1. 2. Read more: http://impoint.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-efek-salju-daun-bintang.html#ixzz2QzLgXhdI Dilarang copy paste artikel tanpa menggunakan sumber link - DMCA Protected Follow us: @ravdania on Twitter | pemakan.worell on Facebook

Selasa, 23 April 2013

coment makalah teman



BAB I
PEMBAHASAN

Konsep Umum Media Pembelajaran

1.      Definisi Media Pembelajaran
            Kata media berasal dari bahasa latin yang juga merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan. Sementara itu Briggs (19070) berpendapat bahwa media adalah alat yang menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar seperti, Buku[H1] , film, kaset. [1]

            Kalau kita lihat perkembangannya, pada mulanya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru , dan alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual. Dengan masuknya pengaruh teknologi audio pada sekitar pertengahan abad ke-20 alat visual untuk mengkonkritkan ajaran ini dilengkapi dengan digunakannya alat audio sehingga kita kenal dengan alat audio vosual[H2] . Sudah layaknya  kalau media tidak lagi hanya kita pandai sebagai alat bantu balaka bagi guru untuk mengajar,  tetapi sebagai alat penyalur pesan dari pemberi pesan ( guru, penulis buku, prosedur, dll ) ke penerima pesan ( siswa/ pelajar ). Sebagai pembawa pesan, media tidak hanya digunakan oleh guru tetapi yangg lebih penting lagi adalah siswa. Sebuah kombinasi dari dari material pengajaran, pusat belajar ( learning center) merupakan lingkungan yang serba lengkap yang dirancang untuk meningkatkan belajar individu yang focus pada topik kesebuah pusat belar mungkin sesederhana kursi atau satu meja, yang disekitarnya para siswi berdiskusi. Mungkin seorang guru menggunakan satu pusat belajar didalam sebuah ruang kelas sebagai cara memecah kelas menjadi beberapa kelompok kecil untuk menjalankan kegiatan langsung ( misalnya, dalam sebuah kelas sains dengan pusat belajar sejenis labaoratorium )[2] .
            Pusat belajar seharusnya mendorong partisipasi aktif ketimbang menyuruh siswanya duduk manis dan membaca buku atau membaca teks dilayar computer. Sebagian besar pusaat[H3]  belajar memberikan umpan balik kegiatan siswa melalui kegiatan terindividualisme. Pusat belajar mungkin dibuat ditempat dalam kelas yang tersedia dan sesuai.


 Media Pendidikan sebagai salah satu sumber belajar yang dapat menyalutkan[H4]  pesan, perbedaan gaya belajar dan minat atau keterbatasan daya indra, dapat di bantu dan diatasi dengan pemanfaatan pendidikan. 
            Begitu pula pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran mengondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, dan  mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa sejara[H5] , biografi, rekaman, laporan[H6] .[3]
            Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:
·         Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa.
·         Pembelajaran dapat memilih topic atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing.
·         Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing siswa.
               Guru
 



Media
 


            Sumber Pesan          
                                                                     Siswa

 Merlihatkan proses komunikasi yang berhasil ikut sertanya media belajar mengajar. Sumber pesan bisa menulis buku, dan guru sendiri. Medianya bias[H7]  berupa buku, poster, film.  Pesan yang disampaikan oleh guru maupun media dan sumber  pesan, juga akan ditafsirkan samaoleh siswa sesuai pesan.    

2. Dasar Kegunaan Media Pembelajaran
       1. Landasan filosofi
Ada suatu pandangan bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Bukankan dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk digunakan media yang sesuai dengan karakteristik pribadinya, diberi kebebasan memilih sesuai dengan kemampuannya.  Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran.
2.      Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta factor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Untuk maksud tersebut perlu:[4]          
Diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan objek yang diamatinya. Bahan pembelajaran yang kana[H8]  diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa.
3.      Landasan teknologi
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, penalaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis maslaha[H9] , mencari cara pemecahan, melaksankan[H10] , mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalahan dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen system pembalajaran[H11]  yang telah disusun dalm[H12]  fungsi desain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi system pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik dan latar.
4.      Landasan empiris


[1] Arief S sadiman dkk, Media Pendidikan ( Jakarta: Raja Gravindo S, 1986 ),hal, 6-8
[2] Sharon E. Smaldino dkk, Intructional Technology & Media For Learning ( Jakarta: Kencana, 2011 )hal,274-275
[3] Dr. Rusman, M.pd. Model-Model Pembelajaran ( Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2021) , hal, 336-337.
[4] http://niamw.wordpress.com/2010/04/30/landasan-penggunaan-media-pembelajaran.

 [H1]
Habis kata seperti seharusnya dikasih tanda (:),
Tulisan “Buku” seharusnya memakai huruf kecil diawalnya.
 [H2]
Tulisan “vosual” seharusnya “visual”
 [H3]
Kebanyakan huruf “a”
 [H4]
Tulisan “menyalutkan seharusnya “menyalurkan”
 [H5]
Tulisan “sejara” seharusnya “sejarah”
 [H6]
Seharusnya ada kata penghubung “dan”, jadi rekaman dan laporan
 [H7]
Mungkin maksud dari kata ini adalah “bisa”
 [H8]
Mungkin maksud dari kata ini adalah “akan”
 [H9]
Mungkin maksud dari kata ini adalah “masalah”
 [H10]
Mungkin maksud dari kata ini adalah “melaksanakan”
 [H11]
Mungkin maksud dari kata ini adalah “pembelajaran”
 [H12]
Mungkin maksud dari kata ini adalah “dalam”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar